Air Terjun Pundak Kiwo (Jarakan & Watu Ondo)

1
Air Terjun Watu Ondo

Terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur dan terletak pada Koordinat GPS: 07041’51.1” LS – 111012’26.7” BT pada ketinggian 1.476 m dpl.

Untuk mengunjungi air terjun ini dapat kita tempuh dari beberapa jalan, namun yang paling mudah dari Ngerong. Apabila anda datang dari arah Magetan, ketika mencapai daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada papan petunjuk sebelah kiri jalan ke arah Air Terjun Pundak Kiwo. Dari pertigaan ini kita harus maju sepanjang kurang lebih 2 KM untuk sampai ke pintu gerbang atau loket pembayaran, ada beberapa persimpangan kalau ragu2 sebaiknya bertanya kepada orang yang ditemui pasti akan ditunjukan.

Setelah sampai di gerbang, kita dapat menitipkan kendaraan kita ke penduduk sekitar pintu gerbang, disini gak ada tempat parkir resmi. Pintu gerbang biasanya dijaga oleh ibu2 pemilik warung sebelah loket pembayaran dan kita dapat menitipkan mobil kita di rumah ibu ini.

Untuk anda yang pertama kali datang kesini sebaiknya menggunakan jasa pemandu penduduk lokal, untuk menghemat waktu dan kita akan ditunjukan semua tempat menarik di daerah ini, sekalian menjadi teman omong2 kita dalam perjalanan…sepi mbanget lho daerah sini.

2
Air Terjun Watu Ondo

Setelah bayar tiket…kita mulai jalan2 kita, dengan berhias hutan pinus dan tebing tinggi di kanan kiri kita…udara sejuk, maklum diketinggian diatas 1.000 meter dpl. Setelah perjalanan sejauh 500 meter kita akan menemukan air terjun Watu Ondo, dengan puncak air terjun dengan ketinggian kira2 hanya 10 meter (web pemkab 20 m).

3

Setelah puas foto2 Watu Ondo…perjalanan dilanjutkan…kira2 hanya berjarak 100 meter dari Watu Ondo, kita akan menemukan Air Terjun Jarakan. Menurut web pemkab ketinggian Air Terjun Jarakan 35 meter, menurut saya lebih dari itu, perkiraan saya ketinggian Air Terjun Jarakan sekitar 70 – 80 meter

4
Air Terjun Jarakan

Hati2 saat mendekati Air Terjun Jarakan…batuan diatas sangat labil, sering runtuh, erutama disaat musim hujan…sebaiknya segera keluar dari daerah sini..gazebo2 sepanjang jalan atapnya banyak yang rusak ketimpa batu2 yang jatuh…atapnya dari beton cor lho…

5
Air Terjun Jarakan

Setelah puas menikmati Air Terjun Jarakan, perjalanan dapat dlanjutkan menuju ke Air Terjun Pundak Kiwo…yang merupakan air terjun tertinggi letaknya dari ketiga rangkaian air terjun didaerah sini…dengan ketinggian sekitar 45 meter (web pemkab) dan berada diketinggian sekitar 1.475 meter dpl. Jarak Air Terjun ini dari Jarakan kurang lebih 1,5 KM dengan trek yang lumayan menguras tenaga.

Sebelum mencapai Pundak Kiwo, kita akan melewati bekas sendang Banyumas…namun sekarang sudah hilang hanya tinggal jejaknya saja, tanpa menyisakan bekas kalau disitu pernah ada sendang…mungkin lingkungan disini sudah berubah.

Seluruh rangkaian air terjun dilokasi sini sangat tergantung kepada air hujan…disaat musim kemarau…hampir tidak ada air yang mengalir…bahkan ketka pertama kali saya berkunjung di bulan Desember 2012 air yang mengalir belum terlalu deras… baru pada saat kunjungan yang kedua di akhir Februari 2013 air mengalir cukup deras…cukup cantik untuk dinikmati.

6
Air Terju Pundak Kiwo

Ada satu lagi spot yang cukup unik disini…watu ongko…saya nggak tahu ini prasasti apa makam…tapi yang jelas…menurut mas pemandu sesekali dilakukan upacara atau sesaji disitus ini…he…he…he…hari gini masih ada sesaji..larung dilaut.. larung di telaga…dan macem2 lagi keyakinan orang Islam di Indonesia ini…mengatas namakan budaya…masyaAllah…mudah2an segera menyadari kesalahannya…

7
Air Terjun Pundak Kiwo

Air Terjun Tirta Gumarang

gumarang1

Obyek wisata alam Air Terjun Tirto Gumarang ini secara administratif berada di Desa Ngancar, sedangkan letak astronomisnya berada pada Koordinat GPS: 7° 39′ 53.6″ S 111° 11′ 29.5″ E pada ketinggian sekitar 1.750 m dpl,.

Ditemukan pada tahun 1990an dan pada saat ini hampir tidak ada orang yang mengujungi air terjun ini. Untuk mencapai air terjun ini kita dapat menjangkau dengan menyusuri jalan di depan Stasiun TVRI Cemoro Sewu.

Sebenarnya air terjun ini tidak terlalu jauh dari jalan raya Sarangan – Tawangmangu…kita hanya berjalan sepanjang 1,5 KM dari Pos Pendakian Gunung Lawu Pintu Cemoro Sewu, namun untuk mencapai air terjun ini diperlukan sedikit usaha. Seelah menyusuri jalan perkebunan sayur sepanjang kurang lebih 300 meter, kita akan memasuki kawasan hutan yang agakjarang didatangi orang.

Ada 2 air terjun dilokasi ini, satu dengan ketinggian kira 15 meter (menurut web pemkab 30 meter), dan satunya lagi ketinggian sekitar 25-30 meter (web pemkab 50 meter)

gumarang2

Rute jalan setapak sebenarnya masih nampak jelas, hanya dibeberapa titik mengalami longsor dan beberapa tempat kita harus berhati2 karena kita berjalan dipinggir jurang yang cukup dalam. Ada 2 jalan yang dapat kita tempuh setelah kita berada didalam hutan, nanti kita akan menemukan percabangan ke kiri dan ke kanan. Silakan ambil jalur kanan supaya agak mudah dan lebih aman, jalur kiri memang lebih pendek, namun jalur yang ditrmpuh lebih curam…pada tahun 2011 pernah terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa anak SMK.

Kalau ingin berkunjung ke air terjun ini, sebaiknya bersama orang yang sudah pernah kesini atau dengan pemandu yang bisa didapatkan di Pos Pendakian G. Lawu…

gumarang3

Air Terjun Tirtasari

tirtasari2

Terletak di Dukuh Ngluweng, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan atau Koordinat GPS: 7° 39′ 50.72″ S 111° 11′ 43.84″ E

Berjarak kurang lebih 2 KM dari Telaga Sarangan, untuk mencapai air terjun ini sangat mudah, silakan mengelilingi telaga sampai menemukan monumen pesawat MiG-17 Fresco yang pernah mengawal angkasa Negara Republik Indonesia tercinta ini. pintu masuk sekaligus tempat pembayaran tiket untuk menuju air terjun hanya berjarak 50 meter dari monumen ini. Kalau anda membawa mobil pribadi sebaiknya diparkir ditempat parkir dekat monumen ini, oh ya kawan untuk mencapai monumen ini silakan anda mengelilingi telaga dengan putaran sesuai arah jarum jam, soalnya kalau kebalik kita tidak akan dapat mencapai monumen karena ada penghalang pipa2 besi yang ditanam ditengah jalan.

tirtasari1

Setelah membayar tiket masuk (saat itu Rp.7.000,-/orang) bagi anda yang membawa motor masih dapat dikendarai sejauh kurang lebih 1 KM, dengan jalur yang beda antara motor dan pejalan kaki. Bagi anda yang mengendarai mobil, disini kita mulai jalan kaki karena jalan selanjutnya cukup sempit (tidak cukup untk 2 mobil), atau kalau malas kita dapat naik kuda, tapi saran saya sebaiknya jalan kaki saja.

tirtasari3

Disepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang indah…kebun sayur…bukit…aliran sungai. Kira2 separoh perjalanan jalan masih landai dan setelah menemukan Gapura kampung jalan mulai bervariasi. Ada 2 Gapura, ambil Gapura yang kiri ya dan didekat sini ada parkir motor, semua harus jalan kaki dari sini, kecuali yang naik kuda.

tirtasari4

Separo perjalanan lagi jalan mulai agak mendaki, tapi gak mengapa itung2 olah raga…sekaligus pemanasan biar tubuh agak hangat…disini khan agak dingin, bahkan dibulan2 tertentu sangat dingin (bediding bhs Jawa), maklum air terjun ini berada diketinggian lebih dari 1.200 meter.

tirtasari

Setelah kita berjalan selama antara 30 – 60 menit tergantung kekuatan fisik kita, kita akan sapai di air terjun yang cantik ini..dengan ketinggian kata web pemkab 50 meter, tapi kayaknya gak sampai deh…air terjun utama kurang lebih 30 meter dan dihias dengan aliran sungai dengan jeram bertingkat.

tirtasari6

Monggo Mas Bro dan Mbak Sis menawi kerono ing penggalih tindak Tirtosari….

Air Terjun Kucur

kucur1

Terletak di Dusun Pucang Sawit Desa Padas Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, air terjun ini termasuk baru dikenal orang… baru pada tahun 2008 air terjun ini dikenal masyarakat…karena air terjun ini termasuk air terjun buatan…

Menurut cerita…dulu di Dusun Pucang Sawit penduduknya sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih…meskipun sebenarnya berada dikaki pegunungan Wilis yang cantik..untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada musim kemarau, penduduk harus berjalan menuruni jurang sejauh 1 KM…karena sulitnya air…konon 5 hari gak mandi adalah hal yang biasa…lha kalau sebagai muslim kalau pas berhadats besar gimana ya…mosok tayyamum terus2an…

Pada tahun 1972 Saekan dan beberapa penduduk Pucang Sawit berikhtiar dengan menanam pohon disekitar tempat tinggalnya, sehingga akhirnya timbul aliran sungai dan air terjun ini dan pada tahun 2008 mBah Saekan menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden RI di Jakarta dengan uang penyertaan sebesar 15 jt…lokasi air terjun ini berada diatas kebun Mbah Saekan, tapi karena letaknya diatas jadi agak susah kalau naik dari sini…harus putar jalan sekitar 3 KM dari rumah mBah Saekan ini kita akan menemukannya.

kucur2

Untuk mencapai air terjun ini dari Madiun jalur yang paling mudah lewat Pagotan (Pabrik Gila), dari perempatan silakan ke timur kearah Dagangan, silakan terus berjalan lurus kurang lebih 8 KM kita akan menemukan pertigaan yang ada papan nama SMP PGRI 2 Dagangan (sebelum balai Desa Segulung)…silakan belok ke kiri…dari sini ke air terjun berjarak kurang lebih 6 KM…karena banyak percabangan silakan bertanya2…kayak saya

Air Terjun ini bertingkat2….kalau gak salah ingat ada 4 tingkatan…pada tingkat teratas air terjun ini memiliki ketinggian 15-20 meter, untuk yang lain hanya memiliki ketinggian 2-3 meter saja

kucur3

Rekan…selain air terjun yang unik ini…lokasi daerah sini sering digunakan untuk kegiatan sepeda jelajah…bagi anda yang suka menjelajah terutama jelajah dengan sepeda MTB…daerah ini menawarkan rute dan pemandangan yang sangat menawan

Air Terjun Kedung Malem

1a

Terletak di wilayah perkebunan kopi, tepatnya di Dusun Seweru, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Propinsi Jawa Timur, atau Koordinat GPS: 7°44’4″S 111°41’50″E

3a

Air Terjun Kedung Malem…begitulah orang menyebut…dengan berbagai macam cerita…biasa khas cerita rakyat yang gak bisa dijamin validitasnya…merupakan air terjun yang paling awal dikenal orang yang berada di daerah Kabupaten Madiun.

Memiliki banyak nama…disebut air terjun Seweru karena terletak di dusun Seweru, atau juga disebut air terjun Slampir, atau ada yang menyebut Kedung Dalem..mungkin salah mendengarkan waktu disebut Kedung Malem atau juga disebut Serondo…opo akeh rondone yo neng kono.

Terletak kurang lebih 400 m dpl dan berjarak kurang lebih 30 KM dari pusat kota (Alun2). Apabila ingin berkunjung kesini kita dapat mengambil arah Dungus terus Kare. Setelah sampai di pertigaan (perempatan) Kare, silakan belok ke kiri ke arah kebun kopi yang berdiri sejak tahun 1911.

Sebelum sampai ke kebun kopi..disebelah kiri jalan ada petunjuk ke arah air terjun…atau kalau kebablasan kita akan menemukan patung wanita berkuda (saya gak tahu apa siapa wanita ini…apa menggambarkan Retno Dumilah ya). Dari pertigaan ini silakan melanjutkan perjalanan kira2 2 KM kita akan menemukan pintu gerbang menuju ke lokasi…tidak ada petugas…tidak dipungut biaya…tidak ada tempat parkir…kayaknya sudah gak dikelola lagi…tapi pada hari minggu atau hari libur…ada beberapa pengunjung yang mendatangi lokasi ini…

Dari pintu gerbang perjalanan dapat diteruskan dengan jalan kaki sepanjang kurang lebih 700 meter akan menemukan pertigaan menurun ke arah air terjun…sayang tidak ada petunjuk yang jelas, jadi kita harus meraba. dari pertigaan ini kita akan meneruskan perjalanan melalui jalur yang berbeda, sekarang kita akan menuruni jalan tanah sepanjang kurang lebih 200 meter dan dilanjutkan menyusuri sungai sepanjang 300 meter. Saran saya, mengingat kondisi sungai diapit tebing yang tinggi (kurang lebih 25 – 30 meter) jangan berkunjung diwaktu hujan, sangat berbahaya.

7a